Home » , » KISAH INSPIRATIF Dari Gelandangan Menjadi Miliuner

KISAH INSPIRATIF Dari Gelandangan Menjadi Miliuner


Ada begitu banyak masalah dan rintangan di dunia ini. Ada begitu banyak cobaan dan godaan, onak dan duri, serta penderitaan dan kececewaan silih berganti yang datang menyapa tiada henti-hentinya. Suka atau tidak, kita pasti mengalaminya. We don’t have the capacity and capability to avoid it. Oleh karena itu, manusia memang diberikan kemampuan untuk menghadapi pahit getirnya kehidupaan dengan jiwa besar. Tidak ada perjuangan yang mudah dalam meraih sebuah impian dan harapan. Tidak ada penderitaan yang dapat diselesaikan semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan terkadang, untuk meraih semua impian harus melalui kerja keras, tetesan keringat, dan air mata.
Lantas adakah perjuangan setiap orang itu sama dan sebangun? Tentu saja tidak. Setiap orang mendapat pikulan beban berbeda-beda. Setiap orang memiliki jalan keluar yang berbeda-beda. Tiada seorangpun yang dapat mengatakan bahwa “Oh betapa enaknya hidup orang itu dibanding diriku!” Karena apa? Karena belum tentu orang yang terlihat sangat nyaman dan berbahagia itu sesungguhnya lebih berbahagia dari kita.
Masing-masing kita punya penderitaan dan beban tersendiri. Bagaimana kita menjalani dan mengatasinya, itu pertanyaan yang mestinya kita jawab. Bukan bertanya kenapa saya yang harus mengalami beban ini dan orang lain tidak. Bukankah kita tidak pernah tahu isi hati dan ‘isi dapur’ orang lain selain diri mereka sendiri? Jadi, perjuangkan saja secara benar happiness yang ada dalam impian masing-masing kita.
The Pursuit of Happiness
Kebahagiaan harus diupayakan dan dicari. Mungkin Anda sudah pernah nonton film atau baca buku tentang “The Pursuit of Happiness” Saya sudah berulang kali nonton film yang sangat inspiratif ini. Tidak pernah bosan. Film ini base on true story. Diangkat dari kisah nyata seorang gelandangan bernama Christoper Paul Gardner yang biasa disapa dengan Chris saja. Pemuda berkulit hitam itu lahir tanggal 9 Pebruary tahun 1954.
Dalam film tersebut, Chris sang gelandangan diperankan oleh seorang pemuda kulit hitam yang sangat piawai dan sungguh menjiwai karakter yang sementara ia perankan. Kita mengenalnya, Will Smith. Dan dalam film tersebut, karakter Chris memang benar-benar diperankan dengan sangat baik oleh Will Smith. Pembawaannya, gaya bicaranya, penampilannya. Sampai-sampai banyak orang harus mengangkat kedua jempol mereka untuk mengapresiasi kebolehan Will Smith. Orang Amerika menilainya dengan, ‘Two thumbs up.’
Singkat cerita, dalam alur kehidupan Chris terlihat jelas bagaimana pahitnya perjuangannya untuk bangkit dari keterpurukan. Ia sudah sampai pada titik penolakan yang luar biasa. Ia mesti tidur di tempat penampungan para gelandangan. Nampaknya, apa yang disebut manisnya madu kehidupan bukan milik Chris. Ia bahkan harus mengalami kepahitan yang lebih dalam lagi dengan tidak saja kehilangan tempat tinggalnya, tapi juga istri yang amat sangat ia cintai. Karena kehidupan ekonomi yang jauh di bawah standart, istrinya pergi meninggalkan dirinya seorang diri.
Ia sudah merasakan bagaimana sulitnya membayar utang yang semakin menumpuk. Pernah juga dirinya akhirnya harus ditangkap oleh polisi setempat. Dalam menjalani semuanya, ia masih harus tetap terus berpikir keras untuk anaknya, menyekolahkan, membeli buku pelajaran, dan menghibur anak laki-laki semata wayangnya itu. Ia mesti memikirkan cara terbaik supaya anaknya tidak ‘ikut-ikutan’ jadi gelandangan seperti dirinya.
Chris memang bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, tapi dia mesti terus berusaha dan berjuang memperjuangkan hidup dan kehidupannya, kalau tidak mau melihat dirinya dan anaknya mati di pinggir jalan karena kelaparan. Semua jalan keluar ia cari dan usahakan. Pantang baginya untuk menyerah dan berpasrah diri. Apapun diusahakan dan dilakukannya, tanpa mengeluh dan bersungut-sungut.
Memulai karirnya sebagai penjual portable scanner, ia mencoba untuk menggapai asa. Tapi ia juga pada saat itu rupa-rupanya menggantungkan sepenuhnya hidup dan masa depannya ‘hanya’ dengan menjual portable scanner itu. Tak jarang, scanner yang agak rusak ia perbaiki semalaman penuh, agar supaya bisa laku dijual keesokan harinya. Pernah pula suatu ketika scanner yang tinggal satu-satunya dicuri orang, membuat dirinya stress berat, mana ada beberapa hutang yang akan segera jatuh tempo. Ia benar-benar mengalami apa yang mungkin saja bagi orang lain mustahil dilalui. Baginya, hidup bukan untuk diratapi tapi harus diperjuangkan. Kelak, kebahagiaan yang akan ia raih tidak turun dari langit begitu saja.
Di kemudian hari, Chris Gardner mendapat kesempatan untuk magang di sebuah perusahaan broker. Ia mengikuti beberapa pelatihan terlebih dahulu. Karena niatnya yang kuat untuk belajar, maka ia selalu memperoleh nilai lebih dan bagus-bagus semua. Ia lantas dipanggil untuk diinterview. Dan Anda tahu apa hasilnya? Ia diberikan kesempatan. Lalu kesempatan yang dipercayakan kepadanya tidak ia sia-siakan. Itulah batu loncatan Chris menjadi seperti apa adanya ia saat ini. Kerja keras dan perjuangannya terbayar lunas. Bahkan berlipat-lipat ganda.
Tidak lebih dari satu tahun setelah itu, ia mulai meraih kesuksesan demi kesuksesan. Gelandangan itu kini telah menjelma menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan bahkan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham yang cukup ternama.
Perjuangan hidupnya sangat panjang dan penuh lika-liku. Ia sudah pernah merasakan betapa pahitnya hidup yang harus ia lalui dan jalani. Tapi, selalu saja, seperti istilah yang selalu saya pakai, bahwa you can see the bright light at the end of the tunnel.Ketika memasuki lorong yang gelap, percayalah di ujung lorong tersebut akan Anda temui cahaya terang. Jangan pernah putus asa. Akhirnya, ia juga merasakan betapa manisnya nikmat yang ia terima setelah lolos ‘ujian’ kepahitan hidup itu.
Laki-laki bernama Chris itu sudah membuktikannya. Buku-buku tentang kepahitan dan kesuksesan hidupnya laris manis. Film tentang kisah hidupnya sudah menginspirasi begitu banyak orang. Dan lagi, tahun 2012 ini dia masih menjabat sebagai CEO di perusahaan miliknya sendiri, sebuah perusahaan stockbrokerage, namanya sudah saya sebut tadi, Gardner Rich & Co.
Sudah saatnya kita mulai melihat dan menjalani hidup ini dengan paradigma dan cara pandang yang berbeda. Bahwa hidup ini akan menjadi bermakna dan lebih berarti bila kita menjalani dengan penuh ucapan syuku, kerja keras, dan pantang berputus asa. Bahwa tidak ada gading yang tiada memiliki keretakan, tapi pula tiada kerusakan yang tak mungkin diperbaiki. Tidak ada penderitaan dan beban yang olehkarenanya kita tidak mungkin lagi untuk bangkit, berhasil, dan berdiri tegak, serta sanggup menaikkan ucapan syukur. Tidak ada batasan apapun yang menghalangi kita melakukan hal ini: Mengucap syukur. Apapun kondisinya.
Betapa hidup ini memang perlu selalu dijalani dengan ucapan syukur. Bahwa tidak selamanya mendung itu akan selalu kelabu, dan juga bahwa tidak selamanya langit itu mesti secerah harapan dan keinginan kita. Alangkah indahnya kalau kita sanggup tersenyum bahagia di kala hujan tapi juga di kala panas mentari menghujam kita.
Happiness mesti diusahakan, dikejar, dan diperjuangkan. Kali ini kita belajar dari Chris Gardner. Tapi siapa tahu, di waktu yang akan datang orang lain akan belajar dari pengalaman hidup kita yang menginspirasi mereka.  

sumber: kompasiana

0 komentar:

Posting Komentar