-->

Bahan Menjijikkan Terdapat Pada Kosmetik



Warna merah dalam lipstik ada yang berasal dari serbuk kumbang. (REUTERS/Carlo Allegri)

Kosmetik seringkali menjadi senjata andalan agar tampil cantik dan menarik. Namun tak banyak yang bisa diketahui orang awam saat membaca bahan yang tertulis dalam label produk kosmetik.


Ada beberapa bahan yang dianggap menjijikkan namun sudah menjadi bagian perawatan kecantikan harian antara lain krim pelembab, lipstik, bedak hingga produk perawatan rambut. Mau tahu apa saja? Oddee memberi bocorannya.



Parfum mahal berisi kotoran dan muntah Paus



Bahan dari paus yang dimaksud bisa kotoran sisa metabolisme maupun muntahnya. Ambergris atau lilin kuning merupakan zat padat yang dihasilkan  usus ikan paus Sperm untuk melindungi mereka dari benda tajam yang kadang kadang ikut tertelan. Ambergris sering disebut emas laut dengan harga bisa mencapai US$ 10 ribu untuk satu pon.



Bau unik ambergris sering digunakan dalam parfum mahal, dan kadang diolah menjadi hidangan lezat. 



Lipstik berisi serbuk kumbang parasit



Serangga Cochineal pemakan tanaman kaktus merah di Amerika Tengah dan Selatan. Dari situlah warna merah yang kuat dihasilkan. Kumbang ini telah digunakan selama berabad abad dalam lipstik, pewarna es krim, yogurt dan pemulas mata. Bahkan, Starbucks mengaku menggunakan pewarna cochineal di beberapa minuman mereka.

Sisik ikan di maskara dan kuteks



Anggapan bahwa maskara mengandung guano kelelawar ternyata keliru. Nyatanya, kosmetik satu ini mengandung sisik ikan. Sisik ikan juga ditemukan dalam produk-produk mandi, produk pembersih, wewangian, kondisioner rambut, lipstik dan produk perawatan kulit.



Bangkai hewan di lipstik, pemulas pipi dan sabun



Tallow adalah bahan yang umum dalam banyak produk, termasuk riasan mata, lipstik, pelembab dan alas bedak, shampo, sabun cukur, dan produk perawatan kulit. Bahan ini berasal dari lemak hewan dari pemotongan hewan, peternakan dan bahkan dari hewan liar yang mati. 



Sperma banteng untuk produk rambut



Kandungan protein yang tinggi, menjadikan sperma banteng menjadi bahan populer dalam produk rambut, terutama untuk rambut kering atau rusak. Campuran sperma banteng dengan tanaman Katera salah satu perawatan di salon megah, yang kerap disebut "Viagra rambut". 




Dinamit dalam deodoran dan exfoliator



Diatomaceous earth (DE) atau juga disebut bubuk putih merupakan zat abratif yang digunakan sebagai pengikis kulit mati dalam exfoliators ringan. Bahan ini juga ada dalam pasta gigi alami, dan deodoran.




Siput di Pelembab



Cairan siput adalah salah satu bahan utama dalam pelembab terkenal. Asam glikolat dan elastin pada sekresi siput melindungi kulit dari luka, bakteri, dan sinar UV. Cairan ini juga sumber protein untuk menghilangkan sel-sel mati dan meregenerasi kulit dari bekas luka dan jerawat.



Hati hiu di lipbalm dan sunscreen



Squalane adalah minyak yang dihasilkan secara alami oleh semua tumbuhan dan hewan termasuk manusia. Sumber skualan yang diekstraksi dari hati ikan hiu menjadi minyak kerap ditemukan dalam lipbalm, tabir surya, dan pelembab. 



Kulit bayi dalam Moisturizer



SkinMedica mengklaim menggunakan sel-sel yang berasal dari kulit bayi manusia (NouriCel-MD) dalam produk anti penuaan revolusioner buatannya. Produk ini merupakan kombinasi dari kolagen larut, antioksidan, faktor penumbuh alami, dan protein. Bahan diklaim memperlambat proses penuaan dini dan mendorong pertumbuhan kulit baru. 



Lilin Wol Domba dalam krim cukur



Pernah mendengar Lanolin? Anda mungkin sering mengoleskannya pada tubuh dalam bentuk losion atau krim cukur. Faktanya, lanolin dikumpulkan dari bulu domba dan digunakan dalam suplemen vitamin sebagai agen pengilap tablet suplemen. 



Lanolin umumnya digunakan meredakan sakit pada puting ibu menyusui sekaligus efektif membuat sarung tangan bisbol lebih kenyal. Perusahan kosmetik Olay menggunakan Lanolin dalam produk mereka. VivaNews
LihatTutupKomentar