Niat Sholat Fardhu dan Sunnah Beserta Do'a-Do'a

Niat Sholat Fardhu dan Sunnah Beserta Do'a-Do'a

Macam-macam sholat fardhu lima waktu :

أُصَلِّ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
أُصَلِّ فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu Ashar empat rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
أُصَلِّ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
أُصَلِّ فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu Isa’ empat rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
أُصَلِّ فَرْضَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا ) لِلهِ تَعَالى
Artinya : Aku sengaja sholat fardu Jumat dua rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum / imam karena       Allah SWT
Do’a Qunut
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

I.     Sholat qashar
Bagi orang yang dalam perjalanan berpergian, dibolehkan menyingkat shalat  fardu yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, dengan syarat :
1.      Berpergian bukan untuk maksiat
2.      Jarak perjalanan sekurang-kurangnya dua hari berjalan kaki atau dua marhalah (sama dengan 16 farsah = 138 km)
3.      Shalat yang boleh diqashar, hanya shalat yang 4 rakaat saja dan bukan qadla
4.      Niat mengqashar pada waktu takbiratul ikram.
5.      Tidak ma’mum kepada orang yang bukan musafir.
  
II.      Shalat jama’
Shalat jama’ ialah shalat yang dikumpulkan dalam satu waktu, misalnya : magharib denga ‘Isya, dzuhur dengan ashar.
Cara mengerjakan shalat jama’ itu ada dua macam :
1.      Bila shalat maghrib dengan ‘Isya dikerjakan pada waktu maghrib, atau shalat dhuhur dan ‘Ashar dikerjakan pada waktu shalat Dhuhur disebut jama’ taqdim.
Syarat jama taqdim :
a.       Dikerjakan dengan tertib, yaitu dikerjakan shalat yang pertama dulu, misalnya Dhuhur dengan Ashar dikerjakan Dhuhur dulu dan maghrib dengan ‘Isya dikerjakan maghrib dulu.
b.      Niat jama’ dikerjakan pada shalat yang pertama.
c.       Berturut-turut antara keduanya, yaitu tidak boleh diselingi dengan shalat sunnat atau perbuatan lainnya.
2.      Bila shalat yang dilakukan sebaliknya dari jama’ taqdim disebut jama’ Ta’hir, misalnya dhuhur dengan ashar dikerjakan pada waktu Ashar. Dan Maghrib dengan ‘Isya dikerjakan pada waktu ‘Isya.
Syarat jama’ ta’khir :
a.         Niat jama’ ta’khir dilakukan pada shalat yang pertama.
b.         Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu yang kedua

III.   Jama’ dan qashar
Bagi musafir yang memenuhi syarat yang telah disebutkan di atas, bolah mengerjakan shalat jama’ dan qashar sekaligus. Yaitu mengumpulkan dan memendekkan shalat.

Lapaz shalat qashar dengan jama’
1.      Shalat Dhuhur jama’ taqdim.
أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العَصْرُ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku sengaja shalat fardu dhuhur dua rakaat qashar dengan jama’ sama Ashar fardu karena Allah”
2.      Shalat Ashar jama’ taqdim
أُصَلِّ فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْ الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku sengaja shalat fardu Ashar dua rakaat qashar dengan jama’ sama Dhuhur fardu karena Allah”
3.      Shalat Dhuhur jama’ ta’khir.
أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْ العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku sengaja shalat fardu dhuhur dua rakaat qashar dan jama’ sama Ashar fardu karena Allah”
4.      Shalat ‘Ashar jama ta’hir

أُصَلِّ فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظُّهْرُ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku sengaja shalat fardu Ashar dua rakaat qashar dan jama’ sama Dhuhur fardu karena Allah”
5.      Shalat Magharib jama taqdim

أُصَلِّ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العِشَاءُ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku niat shalat Magharib tiga rakaat jama’ sama ‘Isya fardu karena Allah”
6.      Shalat ‘isya jama taqdim
أُصَلِّ فَرْضَ العِشَاءِ ثَلَاثَ رَكْعَتَينِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْ المَغْرِبِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku niat shalat ‘Isya dua rakaat qashar dan jama’ sama Maghrib fardu karena Allah”
7.      Shalat Maghrib jama ta’hir

أُصَلِّ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْ العِشَاءِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku niat shalat maghrib tiga raka’at jama’ sama ‘Isya fardu karena Allah Allah”
8.      Shalat ‘isya jama ta’hir

أُصَلِّ فَرْضَ العِشَاءِ ثَلَاثَ رَكْعَتَينِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ المَغْرِبُ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Artinya : “aku niat shalat ‘Isya dua rakaat qashar dan jama’ sama Maghrib fardu karena Allah”
 Sholat Jenazah :
1.      Syarat-syarat sholat jenazah :
a.       Jenazah sudah dimandikan dan sudah dikafani
b.      Letak jenazah sebelah kiblat dari orang yang menyembahyangi, keculai bila shalat dilakukan di atas kuburan atay shalat ghoib.
c.       Shlat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus suci dari hadast dan najis, suci badan tempat dan pakaian, menutup auratnya, dan menghadap kiblat.
2.      Rukun dan cara mengerjakan shalat jenazah
Shalat jenazah tidak dengan ruku’ dan sujud, dan tidak pula dengan adzan dan iqamah. Caranya sebagai berikut :
Sesudah berdiri seperti biasa akan mengerjakan shalat, lalu mengerjakan:
a.       Niat, sengaja mengerjakan shalat jenazah 4 takbir, mengahadap qiblat, karena Allah SWT.
Lapaz niat untuk mayat laki-laki :
اُصَلِّ عَلَى هذالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya : “saya niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah ma’muman / imaman karena Allah.

Lapaz niat untuk mayat perempuan
اُصَلِّ عَلَى هذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا \ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya : “saya niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah ma’muman / imaman karena Allah.
b.      Setelah mebaca niat, lalu membaca takbiratul ikram (mengucapkan Allahu Akbar), lalu meletakkan tangan diperut, lalu membaca suat al fatihah dan tidak membaca surat lain, lalu mengucapkan takbir lagi dengan mengangkat kedua tangan lalu mengucap (Allahu Akbar).
c.       Setelah mengucap takbir yang kedua lalu mebaca shalawat atas nabi Muhammad SAW.
الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya : “ ya Allah berilah shalawat atas nabi Muhammad”.
Supaya lebih sempurna bacalah shalawat sebagai berikut :
الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
  Artinya : “ Ya Allah, berilah shalawat atas nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada nabi Ibrahim as dan keluarganya. Dan limpahkan rahmat kepada nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya sebagaimana engkau pernah memberi rahmat kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Segala puji bagi Allah SWT tuhan sekalian alam.
d.      Setelah takbir yang ketiga, lalu membaca do’a setidak-tidaknya sebagai berikut :
الَّلهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Artinya : “Ya Allah Ampunilah dia, berilah ramat kepadanya dan sejahterakanlah dan maafkanlah dia.
e.       Setelah takbir yang ke empat lalu membaca doa sebagai berikut :
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا للَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
   Artinya : “ Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi saudara-saudara kita mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau menjadikan unek-unek / gelisah dalam hati kami dan bagi orang-orang yang beriman. Wahai tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha pengampun lagi maha penyayang.
f.       Lalu memberi salam
Shalat mayat ghoib :
Shalat mayat ghoib dilaksanakan apabila ada saudara kita yang mu’min yang meninggal dunia, sedangkan kita tidak bisa dating ketempat si mayit maka hendaklah kita melaksanakan shalat ghoib, lapaznya sebagai berikut :
اُصَلِّ عَلَى مَيِّتِ (فُلَانٍ) اَلْغَائِبِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلهِ تَعَالَى
   Artinya : “ Aku niat shalat ghoib atas mayat (sebut nama si mayit) empat takbir fardu kifayah karena Allah SWT.
Shalat-shalat sunnat :
1.      Shalat sunnat wudhu: shalat sunnat wudhu dilakukan setelah selesai melaksanakan wudhu dan doa setelah wudhu lalu shalat, lapaznya sebagai berikut :
اُصَلِّ سُنَّةَ الْوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ
Artinya :  “ Aku niat shalat wudhu 2 rakaat sunnah karena Allah SWT.
2.      Shalat tarawih : shalat tarawih dikerjakan hanya pada bulan ramadhan saja dan setelah selesai melaksanakan shalat ‘Isya, boleh dikerjakan berjamaah dan boleh dikerjakan sendiri-sendiri, bilangan rakaatnya ada yang 8 rakaat dan ada yang mengerjakannya 20 rakaat sebagaimana dikerjakan oleh Umar bin Khatob dan telah disepakati oleh para ulama, lapaz niatnya sebagai berikut:

اُصَلِّ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا \اِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “ saya niat sholat sunnt tarawih 2 rakaat ma’muman / imaman karena Allah SWT”.
3.      Sholat witir : sholat witir hukumnya sunnah mu’akkad (sholat sunnah yang sangat di utamakan) dikerjakan setelah sholat isa sampai terbit fajar. Bilangan rakaatnya berjumlah ganjil dan maksimal 11 rakaat. Boleh dikerjakan 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat dan 11 rakaat. Cara pengerjaannya satu rakaat dengan sekali salam dan jika lebih dari itu maka caranya kerjakan 2 rakaat-rakaaat kemudian ditutup dengan 1 rakaat

----SOFTWARE AKUNTANSI DAN SOFTWARE KASIR TOKO MURAH BANGET >> KLIK DISINI---

Lapaz niatnya sebagai berikut :
اُصَلِّ سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَةً لِلهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرُ.
Artinya : “saya niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah SWT”
اُصَلِّ سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرُ.
                     Artinya : “saya niat shalat sunah witir dua rakaat karena Allah SWT”.
4.      Sholat ‘ID : shalat ‘ID adalah sholat sunnah muakkad dikerjakan pada tanggal 1 syawwal (Hari raya idul fitri) dan 10 Dzulhijah (hari raya idul Adha). Cara pengerjaannya dilaksanakan setelah sholat subuh kemudain mandi dan berpakaian rapi kemudian siap-siap untuk berangkat kemasjid. Adapun lapaz niat nya adalah sebagai berikut:
اُصَلِّ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “saya niat sholat ‘idul fitri 2 rakaat karena Allah SWT”.
اُصَلِّ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “saya niat sholat ‘idul Adha 2 rakaat karena Allah SWT”.
Setiap pada rakaat yang pertama setelah takbiratul ikram lalu membaca doa iftitah lalu mengucapkan takbir setelah mengucapkan takbir lalu mebaca tasbih sebagai berikut, terus diulangi takbirnya sampai 7 kali dan setelah takbir yang terakhir lansung membaca surat Al fatihah dan untuk rakaat ke 2 takbirnya sebanyak 5 kali:
سُبْحَانَ اللهُ وَ الحَمْدُ لِلهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ.
Artinya : “Maha suci Allah SWT, dan segala puji bagi Allah SWT, tiada tuhan selain Allah dan lagi maha besar”.



----SOFTWARE AKUNTANSI DAN SOFTWARE KASIR TOKO MURAH BANGET >> KLIK DISINI---

2 komentar:

  1. ini sangat berguna banget sob, semoga amal baiknya diterima :)

    BalasHapus
  2. Bismillahirrahmanirrahim. Berikut ini satu kitab kecil 28 halaman yang bagus sekali isinya yaitu membahas secara global bagaimanakah syarat, rukun, dan kewajiban shalat menurut al-Qur’an dan as-Sunnah Rasulullah yang shahih. Kitab ini ditulis oleh Imam Muhammad at-Tamimi yang bermadzhab Hanbali tetapi diusahakan oleh beliau untuk mengikuti bagaimana shalatnya Rasulullah. Saya merekomendasikan kitab ini untuk dibaca semua muslim tua maupun muda yang ingin tahu lebih dalam mengenai shalat yang setiap hari dilakukan. Gratis.

    http://bacasalaf.wordpress.com/2012/08/09/unduh-kitab-syarat-rukun-dan-kewajiban-shalat/

    BalasHapus